Loyalitas Sejati

Engagement karyawan kepada perusahaan adalah isu penting. Hampir setiap kali mengisi di perusahaan, ini jadi pembahasan utama ; bagaimana membuat karyawan loyal dan terikat secara alami dengan perusahaan.

loyalitas sejati


Makin tinggi engagement karyawan terhadap perusahaan, maka makin tinggi performa kerjanya. Perusahaan akan mencapai titik optimum. Dengan gaji setara 1, produktifitas bisa 10 bahkan 100.

Sebaliknya, jika keterikatan karyawan dengan perusahaannya melemah, maka biasanya performa kerja menurun. Banyak target perusahaan yang tidak tercapai. Sederhana alasannya : karena karyawan enggan membela organisasi. Ikatannya lemah.

Maka setiap perusahaan akhirnya mencari-cari rumusan terbaik, bagaimana caranya agar engagement ini terus meningkat.

***

Dicarilah banyak pendekatan untuk meningkatkan engagement karyawan ke perusahaan.

Ada yang memulai dengan pendekatan gaji. Jika digaji tinggi, maka logikanya harusnya loyal, tapi tidak sedikit sahabat yang bergaji diatas pasaran lalu tidak juga loyal.

Ada yang menjalani pendekatan memberi fasilitas kerja dan kondisi kantor yang nyaman. Tetap saja ada yang pindah.

Ada yang berfokus pada mencari titik passion sang karyawan untuk kemudian direposisi ke pos yang tepat dengan jiwanya. Ternyata masih saja gak jalan.

Lalu bagaimana sebenarnya cara untuk membangun LOYALITAS SEJATI?

Mari kita simak penuturan Al Quran.

وَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِهِمۡۚ لَوۡ أَنفَقۡتَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا مَّآ أَلَّفۡتَ بَيۡنَ قُلُوبِهِمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيۡنَهُمۡۚ إِنَّهُۥ عَزِيزٌ حَكِيمٞ

dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana. (Quran Surah Al-Anfal : ayat 63)

Ini juga ayat yang menjadi bahasan di tulisan kemarin. Saya bahas ulang karena dari sinilah akar peta jiwa manusia. Termasuk masalah loyalitas.

Allah azza wa jalla sudah memberikan informasi, bahwa hati manusia itu akan dijinakkan dengan satu sama lain oleh Allah, bukan oleh dunia.

Allah azza wa jalla bahkan dengan tegas berfirman :

لَوۡ أَنفَقۡتَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا مَّآ أَلَّفۡتَ بَيۡنَ قُلُوبِهِمۡ

Kalau pun kamu membelanjakan seisi bumi ini dengan niatan untuk menyatukan hati manusia, niscaya kamu gak akan pernah bisa menyatukannya.


وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيۡنَهُمۡۚ

Tetapi Allah lah yang membuat hati kalian jinak satu sama lain. Allah lah yang membuat hati kalian menyatu.

Jelaslah sudah informasi dari Al Quran ini, materi tidak akan bisa membuat hati manusia takluk. Andai kata dengan uang manusia bisa tunduk dan takluk, ya itu karena secara fikiran saja, tidak pada hatinya. Karena ketika uangnya gak ada, loyalitas juga pergi.

Apakah Anda mau punya karyawan yang loyal ketika insentif tinggi,lalu bubar ketika perusahaan sulit. Kan gak juga.

Ayat diatas memberi informasi bahwa hati manusia hanya bisa diikat oleh Allah azza wa jalla.

Berarti bagaimana caranya?

1. Bisnis Anda harus dibersamai Allah. Maka seluruh anggota perusahaan mulai owner sampai low staff harus taat kepada Allah. Maksiat hanya menghalangi kebersamaan Allah bersama kita.

2. Perjuangan bisnis adalah perjuangan menolong agama Allah, bukan perjuangan memperkaya owner dan shareholders.

3. Bisnis Anda harus membawa manfaat bagi sesama. Mulai dari produknya, profitnya, pembelanjaannya.

***

Ada bisnis yang setiap hari bicara profit. Bicara penjualan. Bicara cash. Biacara target. Akhirnya organisasinya kering. Setiap orang didalam perusahaan tersebut kelelahan. Lelah jiwa. Lelah fisik. Karena gak ada rumusnya manusia itu ngejar materi.

Bukan itu sumber kebahagiaannya. Ayat diatas jelas. Seisi bumi Anda belanjakan untuk bikin orang kompak, ya gak akan kompak.

Tapi ada bisnis yang setiap harinya meeting dengan pertanyaan menantang;

"Bagaimana agar produk kita lebih menjawab masalah user?"

"Apa yang harus kita kembangkam agar konsumen kita bisa hidup lebih baik?"

"Apakah produk kita sudah afordable secara harga, atau kemahalan? Bagaimana agar mudah dijangkau?"

"Sudahkah ekosistem supply-chain kita benar-benar mensejahterakan sesama?"

"Apakah mitra vendor kita ikut bertumbuh dengan kehadiran kita?"

"Bagaimana kualitas karyawan kita, layanan seperti apa yang sekiranya dibutuhkan karyawan agar bertumbuh?"

"Berapa dari profit cash yang kita sisihkan untuk anak yatim? Berapa persen untuk faqir miskin? Berapa persen untuk dakwah dan jihad?"

Jika hal ini yang menjadi bahasan utama di perusahaan Anda, maka jangan heran jika loyalitas karyawan Anda akan meningkat tajam. Karena ruh organisasi bisnis Anda berkesesuaian dengan apa yang Allah perintahkan : ibadah dan khalifah. Penghambaan dan pelayanan.

***

Setelah membaca tulisan ini, Saya harap para pengusaha muslim gak usah lagi kasih janji-janji dunia kepada para karyawannya. Janjikan saja sebuah organisasi yang akan berjuang memberikan yang terbaik untuk masyarakat.

Gak usah pakai janji muluk-muluk. Nanti kamu dapat rumah sama mobil. Nanti kamu dapat ini dan itu. Memberi bonus boleh saja. Itu bagus. Tapi inti loyalitas manusia tidak pada materi.

Memberi gaji layak itu penting. Memastikan sejahtera itu wajib. Menyediakan rumah itu bagus. Menghadirkan bonus umroh dan haji itu luar biasa. Namun jangan sampai kesemua itu diniatkan untuk "membeli" loyalitas hati. Gak akan bisa.

Kesemua itu kita lakukan karena memang sudah kewajiban kita melayani karyawan. Clear.

Lalu bagaimana donk?

Bangunlah organisasi yang terbukti mensejahterakan bersama. Owner tetap hidup layak sederhana. Mewah pada kebutuhan tertentu yang memang seharusnya. Tapi wajar dalam mengkonsumsi deviden.

Bangunlah teladan yang kuat. Memimpin berarti memberi teladan. Jangan harap karyawan loyal ke personal. Tidak ada loyalitas ke manusia. Yang ada hanyalah loyalitas ke cita-cita luhur perusahaan. Tunjukkanlah bahwa sebagai owner Anda juga setia dengan cita-cita.

Bangunlah strategi serius untuk mereposisi loyalitas karyawan menuju Allah Subhanahu wata'ala. Itulah sebaik-baiknya pendekatan engagement.

Ajak sholat tepat waktu.
Ajak serius melayani ummat lewat produk.
Ajak amanah mengemban tugas.
Ajak berharap hanya kepada Allah. Jangan ngarep sama owner, sama direktur. Luruskan tauhidnya.

Jika hal-hal ini ditempuh, niscaya engagement karyawan akan tinggi dengan sendirinya. Allah azza wa jalla yang akan menyatukan hati-hati karyawan Anda. Akan hadir loyalitas sejati pada perusahaan, karena perusahaan berjalan menuju Allah.

Serius melayani market.
Serius menjadi mesin pendukung dakwah.
Serius mengurusi anak yatim dan faqir miskin.

***

Saya telah menyiapkan audio pembinaan untuk topik ini. File rekaman audio topik ini akan Saya share di Grup Audio KRBN pada 5 Juni 2019 pukul 7 pagi.

Bagi yang belum bergabung ke grup Audio KRBN, silakan ketik :

"Gabung grup Audio KRBN" kirim WA ke 085220000122

Rendy Saputra Al Banjari
Guru Ngaji

Belum ada Komentar untuk "Loyalitas Sejati"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel