VICTIM SYNDROME

Hambatan terbesar dalam berbisnis atau berkarir adalah hilangnya energi berjuang didalam diri. Sebabnya bisa berbagai varian. Ada yang memang frustasi, ada yang karena depresi, namun ada juga hal yang ternyata cukup banyak diidap oleh beberapa kawan : VICTIM SYNDROME



Didalam konsep pengembangan diri, manusia garis atas adalah mereka yang bertanggung jawab pada apa yang terjadi. Apapun yang terjadi pada hidup Saya adalah karena perbuatan Saya, akibat kesalahan Saya. Maka Saya jualah yang wajib memperbaiki keadaan.

Namun manusia garis bawah merasa apapun yang terjadi pada kehidupannya adalah kesalahan dari pihak lain. Saya begini karena si fulan yang mengajak bermitra. Saya hancur begini karena si fulan yang ngajarin gak bener. Saya begini karena situasi kebijakan yang merugikan Saya. Akhirnya dirinya merasa menjadi korban.

Perasaan selalu menjadi korban dari setiap sesuatu yang gak enak ini namanya : VICTIM SYNDROME

Sepintas apa yang mereka katakan benar. Yang salah adalah pihak yang lain. Namun secara tidak disadari, muncul sikap turunan atas syndrome ini. Berikut diantaranya :

1. Kehilangan semangat untuk berusaha

Seseorang yang merasa menjadi korban, biasanya memiliki mental tidak berdaya.

Jika seorang suami merasa karirnya jatuh karena sikap istrinya yang tidak mendukung, maka fokus hidupnya adalah menyalahkan istri. Ia merasa semua akan berubah baik jika istrinya berubah baik.

Sementara fakta lapangan menunjukkan bahwa ia sama sekali tidak bisa menguasai perilaku dan perubahan istrinya. Maka seorang suami seperti ini biasanya memilih menyerah tak bertanggung jawab dan sepanjang hidup akan menyalahkan suami.

Begitu juga dalam hal bisnis, jika Anda merasa jatuh karena kompetitor, jatuh karena kebijakan publik, jatuh karena perkembangan teknologi,maka Anda akan selalu merasa hidup dibawah kendali faktor lain. Maka Anda akan berhenti berikhtiar. Padahal Allah menjanjikan perubahan kehidupan pada mereka yang mau berubah.

Jadilah orang-orang yang selalu merasa jadi korban, hidup dalam ketidak berdayaan.

Ini berbeda jika sudut pandangnya berubah.

Bisnis Saya jatuh karena produk Saya tidak bisa mengikuti keinginan konsumen. Baiklah, Saya akan perbaiki produk Saya.

Usaha Saya gagal karena bisnis model nya gak cocok dengan lingkungan terkini. Baiklah, Saya coba modifikasi.

Perjuangan karir Saya gagal karena Saya tidak pernah meningkatkan kompetensi Saya. Maka mulai hari ini Saya akan meningkatkan kapasitas diri. Belajar public speaking, belajar presentasi, belajar manajemen, agar karir Saya di perusahaan membaik.

Yang satu menjadi lemah tak berdaya dan yang satunya lagi menjadi kokoh hebat bertanggung jawab.

2. Stress lalu depresi berkepanjangan

Seseorang yang merasa bawah hidupnya adalah korban dari variabel lain yaitu stress lalu depresi berat. Karena sejatinya manusia tidak bisa mengontrol perilaku pihak lain kecuali perilaku dirinya sendiri.

Kita tidak bisa menggenggam perilaku kebijakan negara.

Kita juga tidak bisa menahan laju perubahan teknologi.

Kita juga tidak bisa mengontrol keputusan bisnis kompetitor.

Yang kita bisa lakukan adalah beradaptasi dengan kebijakan negara.

Yang kita bisa lakukan adalah mengikuti perkembangan teknologi.

Yang kita bisa lakukan adalah mencoba mengantisipasi serangan kompetitor dengan value product dan service yang kuat.

Mereka yang terkena victim syndrome biasanya stress karena merasa tidak bisa mengendalikan apapun.

Taqdir menimpa hidupku
Keadaan yang membuatku begini
Aku begini karena si anu dan si itu.

3. Menyalahkan Allah dan secara tidak sadar kehilangan keimanan.

Puncak sakit paling parah dari Victim Syndrome adalah merasa bahwa semua ini adalah karena taqdir jahat dari Allah azza wa jalla.

Pintu masuk setan bermula dari pertanyaan :

- mengapa kok hidupku begini-begini banget?
- kenapa kok dapat pasangan yang jahat begini?
- kenapa kok ketemu mitra bisnis yang luar biasa gak nyangka?
- kenapa kok... Kok taqdir begini... Kok harus Saya...

Ketika sudah jatuh pada menyalahkan Allah, lalu menyalahkan kehidupan, maka seseorang jatuh pada zona sangka buruk kepada Allah.

Jadilah dia hilang semangat ibadah, jadilah ia menjadi gelisah dan tidak tenang, jadilah adab makin buruk dan memperkeruh permasalahan.

Padahal di Surah An Nisaa ayat 79 :

مَّآ أَصَابَكَ مِنۡ حَسَنَةٖ فَمِنَ ٱللَّهِۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٖ فَمِن نَّفۡسِكَۚ وَأَرۡسَلۡنَٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولٗاۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدٗا

"Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi"

Semua hal yang gak enak, terjadi karena diri kita sendiri. Dosa kita sendiri.

***

Kajian lengkap tentang Victim Syndrome ini akan Saya sampaikan melalui rekaman audio khusus sepanjang 30 menit. Saya hadirkan khusus untuk anggota dari Grup Audio Kang Rendy Business Notes.

InsyaAllah file audio akan Saya upload besok pagi jam 06.00, tepatnya Hari Jumat tanggal 12 Juli.

Yang sudah bergabung siap-siaplah belajar, yang belum bergabung ke grup Audio dipersilakan untuk ketik Join Grup WA Audio kirim WA 085220000122

Rendy Saputra
Guru Ngaji

****

Silakan forward tulisan ini ke linimasa Anda, atau sahabat terkasih Anda.

Belum ada Komentar untuk "VICTIM SYNDROME"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel